A New Age, A New Year

January 1st, 2008 by joeyjuve

27 Desember to 1 January… rentang waktu yang hampir memakan waktu satu minggu ini selelau menjadi momment spesial dalam hidup gw… dimulai dari waktu gw lahir 25 tahun silam… hingga ke momment pergantian tahun… flashback, biasanya momment pergantian tahun selalu gw rayakan dangan libur panjang, khususnya jaman sekolah dan kuliah… rentang waktu 6 hari selalu dalam satu paket libur panjang… yippeyyy…

Kerja… yep work, gawe… nah… ini formatnya mulai berubah, ga bisa seenag udel sendiri liburnya… mulai terikat dengan tanggung jawab besar… tapi, emank nasib gw aja yang ga bagus tuk masalah libur, kerja di perusahaan Jasa banyak kudu berkorban demi pelayanan, jadi emank takdirnya sampe last minutes ga ada tanda-tanda libur, padahal isi kantor cuma karyawan doank (plus gerutuannya)… tapi dengan harapan mulia memberikan yang terbaik bagi nasabah… maka ya kami ini lah yang memupus mimpi berada bersama keluarga atau rekan tuk libur panjang… have fun… wara-wiri… lumpat-lumpat… hura-hura… *ups* *istighfar…serasa masi muda*

Kalo tuk kerjaan sekarang… More Better… Hectic… tapi selalu ada waktu buat keluarga… *Alhamdulillah*

27 Desember 2007… Pas 25 tahun umur gw… momment pertama gw rayain Ulang Tahun tanpa eforia, tanpa surprise, tanpa kado yang buanyak, tanpa sms tengah malam, n tanpa tagihan traktiran yang merupakan satu paket kesatuan isi sms ucapan selamat… heeeee…
TAPI… yang sekarang beda !!! sekarang status nya dah beda, pria beristri… kekeke… My Marriage… satu konsep hidup gw yang dah gw rancang sejak 3 tahun lalu… dengan satu goal… 2007… my birthday… i’ll celebrate with my wife… n now its all came to real… thx God…
My friends n my best friends also my really best friends heeee… Semua yang biasa bereforia bareng gw, semua yang biasa memberikan surprise sama gw, semua yang cape cape bungkus kado, semua juga rela ngurangin pulsa buat sms gw dengan puisi manis… hehehe… wondering pada kemana ya semuanya… kalo dibilang kangen sama mereka… hmmm… ga juga, cuma aneh aja ko ilangnya kompak ya… kayanya metode publikasi perihal status gw efektif negh… bakat jadi marketing hahaha…

Maaf ya… curhat gw isenk banget… tapi sebenarnya, emank sengaja gw bikin iklan status gw yang gencar banget… bahkan imbas target pemirsanya, lebih besar dari yang gw sangka… salah satu sikap yang sengaja gw ambil, mengingat gw harus sadar dengan segala potensi konflik yang timbul dari kebiasaan lama gw… proteksi atas "kerajaan" yang tengah gw bangun sekarang… satu momment dalam hidup gw yang sangat harus gw jaga… toh celebrating ultah, juga sama indahnya dengan Istri tercinta… ga perlu yang berlebih… bagi gw "Dia" adalah kado terindah gw (apalagi plus bonus ada "si kecil")… "Dia" dah jadi sumber eforia, sifat nya dah jadi kejutan dan juga ga perlu sms cinta, bahasa tubuhnya dah mengatakan rasa hati dan cinta… hihihihi… *sing*… ~what a wonderfull world… la… la… la…~

Kondisi serupa pada malam pergantian tahun… tet… tet… tet… haaapppyyyy New Year !!! yiiippppyyyy… *lonjak-lonjak*

Tengah malam kesenengan kaya orang kesurupan… teriak-teriak macam aktivis orasi demo… wara-wiri kaya supir angkot… peluk-pelukan ama orang yang ga dikenal… hehehe kesempetan… macet gila maenin klakson mulu… sumpek abis di jalanan… maen kembang api (jangweee… masi ada ga ya?) … bakar-bakar asalan-asalan ayam sama ikan (blom pernah pesta barbeque sendiri)… buka kamar  hotel n enjoy the night…

sampe tanggal 31 Des… tepat jam 4 sore… gw masi bingung banget mo ngapain… secara temen-temen yang biasa menawarkan "hiburan spesial" tahun baru tuk gw entah pada melupakan ku… huhuhu… *Alhamdulillah, biar tetep tobat*

*HP BERGETAR*

*Jo, mo ngapain loe hari ni* hihi… seneng gw !!!akhirnya dengan satu keputusan… bikin kompetisi yuk di rumah lo… hahahaha jama kuliah terulang !!! WE mania… eh sekarang PES2008 dink… *wink*…

*mindik-mindik* *deg…deg…deg* *nanya Istri*… Bla…bla…bla… *dijawab oleh istri* "iya bikin acara dirumah aja" *horrraaayyy*…

*makasih ya sayank… Muach*

Alhasil… BELANJA… hingga terselenggara lah acara kecil kecilan di rumah gw… bermodalkan makanan dan minuman yang mencukupi… bincang-bincang santai… dan cara TV yang cukup menghibur… melihat Kembang api dari pekarangan rumah… n Pesta mahasiswa PS2-an ampe pagi… bahagianya lagi… Istri mendukung… huaaa senangnya *makasi sayankkk*… sampe paginya Istri gw geleng-geleng liat kelakuan suaminya… hahahaha *love u so much* hehehehe *rayuan maut*

Big Difference… but for a better conditions… more mature… grow old… acara keluarga banget… hihihi… a litle foolish but fun… kekekeke…

The next BirthDay and the next New Year… akan seperti apa ya?… InsyaAllah… ada member baru… "Si Kecil" yang rencananya akan hadir di pertengahan tahun… uuuggghhhh ga sabar… yang pasti… akan lebih menyenangkan pastinya… Amiiinnnn !!!

JAdi Intinya… ga perlu kembang api, ga perlu surprise party, ga perlu sms puitis, ga perlu kado berlimpah… gw dah sangat bersyukur, gw bersama keluarga gw tercinta… sebuah momentum untuk memulai setting B`Day dan Taun Baru dengan format yang lebih dewasa dan lebih mendatangkan kenyamanan dalam hati… tapi tetep kalo buat kompetisi WE PS2 hukumnya wajib… hahahaha…

Untuk liburan kali ini… PANJANG… tapi kok belum puas ya… !!! *nah yang ini curhat colongan*

THE END

I sang this song

December 10th, 2007 by joeyjuve

Don’t Sleep Away The Night

Daniel Sahuleka

Tomorrow’s near, never I felt this way
Tomorrow, how empty it’ll be that day
It tastes a bitter, obvious to tears to dried
To know that you’re my only light
I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
Oh, I love you

How many lonely days are there waiting for me
How many seasons will flow over me
’till the motions make my tears run dry
at the moments I should cry
for I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
It makes me so afraid

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
The reason is still I love you

Story about love… (unfinished writings)

November 25th, 2007 by joeyjuve

Sharing satu tulisan yang belum selesai… karena gw dah ga mood lagi nerusin menulis mengenai topic ini … Cuma karena tanggung dah gw tulis hari jumat lalu sebelum berangkat dinas ke luar kota… gw posting aja dulu… karena mungkin bisa gw edit nanti setelah semua hal clear…

Love…
im inspired for writing this topic after seeing this picture… the symbol of love… Cupid…

Wondering why I like this picture a lot, it make me browse trought the net n try to read all relted story…, the story begins with the Goddess Venus’s jealousy and envious to the beauty of a mortal woman named Psyche, and after that asked her son, Cupid the other Roman God that represents Love n Sex…  to use his golden arrows to cause Psyche to fall in love with the ugliest man on earth. Cupid agreed but then fell in love with Psyche on his own, or by accidentally pricking himself with a golden arrow… hehehehe… do its a gift or a tragic… just define ur self kay…

One Cross my mind… if… just like the myth said or told us… that god can envy us… and also God may fell in luv with us… uuughhhh… which god u prefer then… hehehe… I ever heard this sentences “do you know, why God envy us? Because we are mortal, life, death, and love may only happen once in our live… so we always placed it in the honour way” 

Back to Topic… at the beginning… gw Cuma mau buat papar pendek tentang banyak tulisan, wacana, literature yang menulis menganai cinta… dari mulai paparan religius, mitos, ilmiah, hingga hanya sekedar gambaran ilustrasi… so can we start with thinking about the word “Love”… the phenomena about… how sudden love can change people from one point to another… sumtime u just cant wonder how can we get trough in some conditions… but we succeeds…

A Lot of aspect related to the theory of Love… that’s also the main reason I try to Browse the definitions of this words…
“Love is an intense feeling of affection related to a sense of strong loyalty or profound oneness” … Wow… Great definitions for me… but is it really exist… hmmm… suddenly I really wanna share my prayers, every time pronounce the words *while bound to my knees* I have my prayers… “God let me be the lucky one forever… with “my one” as I do have right now as a miracle “she is”…”

Love… and… Marriage…

“an interpersonal relationship with governmental, social, or religious recognition, usually intimate and sexual, and often created as a contract, or through civil process.”

Love made legally as a contract, in one act name marriage… for the impact of social and religious frame… Every word, every action, every condition etc… that I’m doing in the frame of Holy Marriage… I believe it will lead me to the most obligations and responsibility to my Society, Morale and the Most… to God…
What a miracle for becoming the leader in one family, made me do a lot of recheck for my last habitual manner to be implied to my soulpartner, and it is really hard… I admit, sumtimes it also fight inside… but thank to the Logical point of view… I try to loose some tension… I believe it just an nervous tension as a rookie…

Many Books and literature I try to analyze… mostly tells about the Psychological effect and Philosophy for a Love and marriage… But I forgot to see it from the perspective of Religions, In Al`Quran Allah already revealed… in Surah Ar Rum… pada dasarnya cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki… ialah suatu hal manusiawi… hal yang lahir dari fitrah yang dikaruniakan oleh Allah Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, secuil potongan kapasitas cinta milik Allah SWT yang dianugerahkan kepada umatnya…. hingga mencapai kesempurnaan dalam bentuk penyatuan dua insan dalam ikatan pernikahan…. satu bentuk pencapaian kematangan pikiran dan fisik tuk melangkah menjalin satu ikatan yang sakral dan suci, tuk saling membagi dan mengisi satu sama lain. Mengutip Firman Allah SWT, yang artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Subhanallah… yang maha kuasa menempatkan satu kata “rasa kasih sayang” untuk dipadankan dengan “tanda orang yang berfikir”… pa lagi Cinta yang dianugerahkan kepada umat adalah sebagian rasa yang dimiliki oleh Allah SWT… dalam artian Religius Cinta amat lah sakral, bahkan bagian dari Ibadah…

Gw pengen banget, to have live in full love frame… i believe one day it will come, coz im going for it right now, and i can feel it

………………………………

Ibu, Wanita, dan Keindahan

November 13th, 2007 by joeyjuve

Pinguin_mom_n_kid
Dari semalem negh
pikiran gw selalu aja berpikir mengenai seorang Ibu… satu sosok yang amat
mulia bagi diri gw… sosok yang paling gw kagumin… dan sosok yang paling
berarti buat hidup gw… Jadinya sampe kantor bawaannya pengen curhat khan, tapi
sorry kalo dalam penulisan ini gw bener-bener berkaca dari segala hal yang
positif, karena emank gw menulis karena gw kagum dengan wanita yang berperan
sebagai seorang Ibu

Guys… 98% kaum hawa,
yang nantinya akan berperan menjadi seorang ibu (sorry gw ga bisa bilang 100%
banyak alasan lah)… selalu gw pandang sebagai symbol keindahan, ketenangan
dan kenyamanan… suatu karakter yang cantik, anggun, lembut, pendidik,
mempesona, atau secara general terangkum dalam satu kata “mengagumkan”… for
me they born to be adored… memang lelaki itu pecinta wanita khan…

Woman… to be the 100%
woman… tentunya kan melalui jutaan pengalaman yang hanya mereka yang tau, (gimana
ga iri coba kaum Adam)… all teh moment for becoming the love receiver, fully
protected by man, being pregnant and having birth, rising a child with their
couple, being love figure for their family, playing role as a Mom… i can
imagine how hard it is, but believe me lot of Man are eager to experience it…
gw yakin banyak cowo yang dalam pikiran terdalamnya ingin merasakan dalam
posisi sebagai seorang Ibu, seperti halnya bayangan wanita tuk bias berperan
layaknya lelaki… wondering, gw sebagai seorang cowo, pengen tau rasanya hamil,
ngerasain sakitnya, ngerasain mualnya, ngerasain capenya… Palagi gw inget dulu
waktu kecil, gw sering banget nanya to My Mom… “Ma, Cuma cewe ya yang bisa kaya
gini” (sambil nunjuk foto hamil Mama)… My Mom senyum, n meluk gw… “nanti kalau
sudah besar kamu nikah tar istri kamu kaya gini juga… pasti nanti istri kamu cantik
degh”… GOD… Ya Tuhan… teringat lagi gw dengan kalimat ini… jujur gw nangis
sewaktu ngetik kalimat ini, mengetik satu kalimat yang memberikan motivasi gw, that
one day gw akan punya satu keluarga yang indah banget… (love u much Mommy)

Selanjutnya hidup
mulai gw jalanin, seiring dengan masa dewasa gw datang dengan pasti, hidup
mulai gw jalanin dengan mencari sosok wanita yang tepat, untuk nantinya ku
panggil di “Bunda”, banyak dilematika yang gw hadapin juga, banyak konflik
dalam perasaan juga yang gw lewatin, banyak kebodohan yang gw jadikan teman
dalam hari hari yang gw laluin… namun hanya kepada satu figur gw selalu
mengevaluasi segala yang gw lihat, Yup… My Mom… as I said She always be the
one for me since i was a child… Beliau adalah satu sosok karakter terindah
yang membuat gw selalu kembali kepadanya ditengah badai apapun yang menerpa
hidup gw… Thx a lot Mom… sampai aku masih berdiri kini, tetap rasa sayang
Mu menyelimuti hati ku ini…

Now… thx to the Lord… I
really found the one, my one n only, my real partner, my love life, my all
dreams, My Wife… a holy ceremonial united us to be husband n wife… n from
that day My Wife is becoming the first lady in my live… belum selesai
kebahagiaan pernikahan, sekarang kebahagiaan gw makin terasa amat bermakna, saat
berita indah ini terdengar, berita yang membawa kebahagiaan bagi seluruh keluarga,
rekan dan sahabat gw… I’m becoming a Dad… wish that moment will come soon… I’m really
glad to wait u my baby…

 

BTT… gw jadi teringat
lagi masa dimana gw ingin banget merasakan segala pesona sebagai seorang Ibu…
masa dimana gw suka banget, mencium perut Mama trus bertanya…
“Ma aku dulu disini yaaa”… “Ma aku berat
ga waktu di dalem”… “aku makannya gimana Ma”… (why my eyes always wet when I remembering
this moment)… dan lucunya waktu kecil gw pernah ngambek karena Mama cerita kalo
melahirkan tuwh sakit banget… Huaaaa, ngambek lah si kecil Joe ini…
tersindir dibilang nyusahin kali yeee… hahaha… tapi abis itu ngomong sama
Mama “trus kenapa harus hamil?” hehehehe silly right… “karena kamu anugerah
terindah buat diri Mama, jadi sesulit apapun Mama ikhlas kok”… jujur dulu dibilang
kaya gitu mah ga ngaruh buat gw… wong masih piyek, blom ngarti namanya
anugerah… hehehe…

Huah… cape juga
ya ngetik nya, kerjaan dah ngelirik tuwh minta digarap… Guys maaf ya…
namanya curhat emank biasanya ending gw gantung… jadi ikhlas ya bacanya…

Yang pasti gw mau
nuangin segala perasaan gw dalam tulisan ini, sharing moment atas segala yang
gw rasa, kebahagiaan, rasa haru, rasa cemas, harapan… segalanya…

Good Day…

Format Manusia Seutuhnya…

October 1st, 2007 by joeyjuve

Menyatukan aspirasi hati… tantangan baru yang lahir seiring dengan perjalanan baru yang aku harus hadapi… dua insan, dua visi, dua aspirasi, dua selera, dua harapan, dua mimpi dan dua dua yang lain…

Posisi aku sekarang… membuka peluang tuk tampil dominan… Jujur  bukan ini yang aku cari… Dah muak aku melihat dominasi yang berlebihan… aku ingin semua ini terjalin dengan komunikasi yang sempurna… Ku sadari sebelum mengucapkan Kalimat sakral dalam Ijab Qobul… telah aku tetapkan hati bahwa "Ku kan selalu memberikan yang terbaik untuknya"… namun sedih kujuga melihat bahwa sekarang ku berdiri di batas terluar kemampuan dan rasa dalam batin ini… Yang bisa ku pandangi hanyalah sosoknya yang cantik dan menyejukan… kuat kan hati ya Allah…

Teringat Pagi ini aku menulis kalimat ini di YM…

Ikutilah kata hati… Raihlah Mimpi mu… karena jalan itu ternyata berbeda… naluri berbisik "biarkan ia berlari"… tiada keraguan ku tetap tersenyum… tetap ku melangkah semampu raga ku… karena ku tersadar diri ini masih manusia…

Kalimat spontan yang entah kenapa ingin ku rangkai… ditengah aku mulai merasa sepi, hampa dan hambar… mungkin telalu jauh ku berfikir… mungkin aku terlalu berangan-angan… namun ga bisa dipungkirin… rasa itu benar2 hadir… dan sekarang aku berdiri dengan badan yang bergetar… Logam ditangan yang terukir namanya lah yang menjadi penenang hati…

Andai…Andai…dan Andai… hate this word… cuma bikin gw stuck… ternyata…ternyata… dan ternyata… kata-kata yang juga cuma bikin gw meratap…
kay… mulai sekarang melangkah dangan tegak… melayang seperti Angin… dan mengalir seperti air… mo dibawa kemana biar takdir yang menentukan… jadi ketika semua mulai berjalan, ikuti alurnya… sesungguhnya manusia hanya menjalani dan meyakini… setiap cabang kehidupan yang harus ku pilih, ku yakin ku memilih dengan hati… setiap mim
pi yang ku buat ga akan pernah merugikan pihak
lain, jalani dengan senyuman yang tulus dan ikhlas, dan ku tetap akan melangkah…

Aku yakin Aku Manusia dengan satu paket Raga dan Jiwa, Akal dan Rasa, Duka dan Cita, Cipta dan Cinta…

Words4ever_wallpaper_113_2

ironic

September 27th, 2007 by joeyjuve

God… satu bulan terakhir banyak banget dinamika… fluktuasi perasaan tuh bermain banget… awalnya gw berpikir jahat banget orang2 yang beropini, “diawal satu komitmen pernikahan loe akan menghadapi semua ketidakcocokan…” God… awalnya kalimat ini hanya sebuah mitos, pikiran miris n rasa pesimis… But… *sigh*…

Gw… orang yang selalu menatap pernikahan dengan rasa optimis… ironisnya gw orang yang pernah kecewa dengan pernikahan…

Optimisme yang lahir setelah, dengan lantang ku berteriak, bahwa wanita tidak akan pernah ada dalam kehidupan Gw…
another ironic… im living with a mask in front of my soulmate… gosh…

Dan sekarang seakan opini usang itu datang dan mengetuk rongga otak gw lagi… “hello buddy ive told u so…” …Damn… the devil is coming with its read wings and its flamming spears, for just laughing at my sight…”

dua hari yang istimewa !!!

July 15th, 2007 by joeyjuve

Tema tuk malam ini… "Great, Two days"…

dua hari… tuk kebahagiaan
dua hari… tuk keindahan
dua hari… tuk kebersamaan
dua hari… tuk keabadian
dua hari… tuk kenyataan
dua hari… tuk kedamaian
dua hari… tuk keharmonisan

"Dua hari" yang kan menjadi pondasi segalanya…

also wanna share what u feel Babe ???

*cheers 4 the best two days* Love u Darling…

Kisah Rohani *ketika ”kupu-kupu” bertasbih*

July 11th, 2007 by joeyjuve

Sebuah Kisah dalam buku: Dahsyatnya Kekuatan Cinta (Hikmah,2007)… sempat
disampaikan dalam buletin salah seorang teman gw (thx bwt Nuri yang udah
membagi jalur dakwahnya)… mungkin bagi rekan sekalian yang belum pernah
mengetahui mengenai kisah ini, saya coba untuk lebih memperluas
penyebarannya… satu yang selalu menjadi motivasi dalam mengangkat kisah ini
adalah materi moral nya yang terasa amat kental.

kisah ini indah… kalimat ini yang terucap sesaat gw selesai membacanya…
bahkan bagi diri gw pribadi, ini termasuk kategori cerita yang bisa tuk
dijadikan renungan hidup… mungkin dalam kisah ini, sang penulis ingin
mengangkat isu sosial (prostitusi) sebagai imbas dari rendahanya aspek ekonomi
di masyarakat, walau kenyataannya tekanan ekonomi tidak selama mendasari
prilaku menyimpang ini, apalagi ditambah dengan bayangan banyaknya individu
atau komunitas yang lantas memicingkan mata terhadap isu sosial semacam ini…
termasuk mencoba untuk menyelesaikan permasalahan dengan metode ekstrim… cap
sebagai ”sampah” acap kali dilontarkan bahkan oleh orang yang berpakaian
selayaknya menjadi tokoh panutan dalam masyarakat. Penulis benar-benar
mengangkat bagaimana suatu dakwah tidak harus diucapkan atau disampaikan dalam
bentuk khutbah atau doktrinasi… dakwah tidak hanya disampaikan pada kalangan
masayarakat normal, Jihad tidak selalu dalma kekerasan dan ajakan untuk yakin
Bahwa Allah SWT tidak pernah melupakan umatnya…

Kisah ini membagi sedikit solusi
bagaimana sikap tindak untuk memerangi sebuah kemungkaran… yang tentunya
memulai perbaikan dari dalam diri sendiri dan menularkannya kepada
masyarakat… hingga ke tahap melafadz kan niat dan doa, pada saat terjadinya
kemungkaran, hingga berdakwah memerangi kemungkaran…


Kembali menyikapi karya tulis ini, Gw ga peduli jika karya ini hanyalah karya
pena dan lantunan isi pikiran semata, atau kisah ini memang nyata ada… yang
terpenting bagi gw sekarang adalah "panutan" yang dideskripsikan
dalam cerita ini, bagaimana sikap kita dalam menyikapi suatu hal negatif dengan
respon yang sangat positif… Sungguh bagi gw, materi kisah ini bisa membuka
mata banyak insan dalam bersikap melihat sekeliling kita…

Satu kalimat ini yang membuat gw tersenyum setelah selesai membacanya adalah…
"Selalu ada keajaiban untuk mereka yang benar-benar ingin kembali
padaNya"

Mungkin sekian prolog dan latar belakang kenapa kisah ini gw share dengan
rekan-rekan sekalian… siapa tahu, bisa jadi aspirasi juga buat kalian…
berikut jalan kisah ini:

Malam telah menurunkan jubah gelapnya ketika Kyai Sadawi naik ke atas
delmannya. Ia menuntun kudanya menembus kegelapan. Dingin menggigit. Tapi
lelaki enam puluhan itu tak peduli. Dengan sarung dan selempangan kain di
leher, ia menuju sebuah tempat; istana perempuan-perempuan malam.

Tak lama kemudian seorang perempuan telah berada di atas delmannya. Kyai
Sadawi akan membawanya pulang. Meskipun senja telah menggantungi usianya,
urusan perempuan dia tetap ahlinya. Ia memilih perempuan yang paling laris di
lokalisasi prostitusi tersebut. Karti, perempuan di atas delman awalnya tak
mengerti. Mengapa induk semang mengijinkannya keluar? Siapakah yang akan
dilayaninya. Lelaki berpeci putih itukah? Dari penampilannya, Karti sangsi.
Birahi mungkin telah terbang dari tubuh layu itu. Tapi siapa tahu. Bandot tua
saja bisa menjadi harimau kelaparan di dalam kamar; melumat tubuhnya hingga
penuh bekas terkaman. Kyai sadawi melirik Karti. Sepanjang perjalanan ia diam.
Karti pasti terlahir dari rahim kemiskinan. Makanan sehari-hari Karti; sepiring
derita segelas nestapa. Keadaan membuat ia masuk perangkat laba- laba betina.
menjual kehormatan dengan harga sangat murah. Kyai Sadawi tahu benar akan hal
itu.

Sampai di sebuah rumah kayu, Kyai Sadawi menyuruh Karti turun. Ia mengucap
salam dan berteriak pelan, Nyai, kita kedatangan tamu Allah. Segera buka pintu.
Seorang perempuan berkerudung membuka pintu. Senyum menghias wajahnya yang
berkerut. Ia menuntun Karti masuk. Silahkan, jangan sungkan-sungkan. Anggap
saja rumah sendiri. Karti semakin tak mengerti. Di ruang tamu Karti menunggu.
Nyai menyuguhkan teh hangat dan pisang goreng, sungguh nikmat. Karti juga
ditawari makan. Ia menolak. Sudah, katanya. Kayai sadawi masuk ke ruang tamu.
Ia duduk di kursi seberang Karti. Kita main sekarang, Kyai? selidik Karti. Agak
ragu ia mengucap kata itu. Apa mungkin lelaki tua ini punya hasrat kuda liar. Tidak.
Nanti saja. Lebih baik kamu mandi dulu, Nyai sudah menyiapkan air hangat
untukmu.Mandi dulu. Beberapa pelanggan Karti juga sering menyuruh mandi dulu.
Biar kesegaran menyerap ke dalam pori-pori kulit, supaya nyaman kulit
bersentuhan, bertukar panas tubuh.
Karti pergi ke belakang. Menikmati tetes hangat dalam
bimbang. Nyai memberikan pakaian panjang untuk Karti. Pakaian pertama yang
menutupi tubuhnya hingga mata kaki. Kanti duduk di ranjang sambil menyisir
rambut panjangnya.
Ia menunggu, Kyai sadawi atau ada lelaki lain? pasti akan segera masuk.
Benar saja, ketukan pintu terdengar. Karin membuka pintu. Kyai Sadawi terseyum
di ambang pintu. Sekarang kyai? Tidak. Nanti saja. Kamu istirahat saja dulu.
Setiap malam kamu bekerja keras. Malam ini kamu istirahat dulu. Setelah mandi,
enak sekali kan kalau tidur. Karti mengerutkan dahi. Kyai Sadawi
meninggalkannya. Jangan lupa kunci pintunya, teriak Kyai Sadawi. Karti
merapatkan pintu. Ia semakin tak mengerti. Malam itu, Karti tertidur lelap. Ia
bermimpi seorang lelaki berpakaian putih memberikan matahari padanya.

Sebelum azan shubuh berkumandang, Karti dibangunkan. Nyai mengajak Karti
shalat berjamaah di rumah. Kyai Sadawi sudah berangkat ke Masjid. Karti menurut
saja. Ia berusaha keras mengingat bacaan shalat yang dulu pernah sangat
dihapalnya.
Setelah
sarapan Kyai Sadawi memanggil Karti. Mungkin sekaranglah saatnya, pikir Karti.
Ia berjalan pelan ke ruang tamu. Kyai Sadawi menyuruh Karti duduk. Entah
kenapa, Karti tak berani menatap wajah tua itu. Kamu biasanya dibayar berapa
untuk melayani semalam penuh? Karti mendongak, tapi langsung menunduk lagi.
Katakan saja angkanya. Tak perlu sungkan. Karti menyebut angka. Kyai Sadawi
mengeluarkan amplop dari sakunya. Ia meletakkan amplop di meja, menggesernya ke
arah Karti. Ini untuk mengganti tarif kamu semalam penuh. Kalau lebih, ambil
saja sisanya. Tapi, saya kan belum melakukan apa-apa Hanya saja. Saya pesan,
tolong uang itu digunakan untuk kebaikan. Jangan dipakai untuk kemaksiatan. Ini
rejeki halal kamu. Karti makin tak berani menatap wajah Kyai Sadawi. Kamu itu
sebenarnya perempuan baik. Dan bisa kembali baik. Saya tak bisa membantui
banyak selain menjamu kamu semalam penuh.
Maaf,
kalau ada yang kurang berkenan. Inilah kesanggupan kami.

Kyai Sadawi mengantar Karti sampai ke tempat induk semangnya lagi. Delman
berjalan perlahan. Selama perjalanan karti merenung, menatap amplop pemberian
kyai Sadawi. ooo Di malam-malam berikutnya, Kyai Sadawi, melakukan hal yang
sama pada perempuan malam lainnya. Tapi ia tidak pernah mengajak perempuan yang
sama. Semalam Karti, malam berikutnya Parti. Di lain kesempatan, ia membawa
Santi. Begitu hingga tak terhitung jumlahnya.

Di komplek prostitusi, para perempuan malam saling menuturkan
pengalamannya. Waktu dibawa, aku sempat heran. Masa sih, Pak Kyai mau main sama
aku. Apa nggak patah tulangnya melayani jurusku. Santi tertawa. Aku juga. Di
rumahnya, wah kayak ratu. Belum pernah aku diperlakukan seperti itu. Yang
paling baik, cuma senyum-senyum, merayu. Trus langsung tancap gas, tambah
Parti. Karti yang sedari tadi melamun ikut buka suara, betul. Aku merasa di
manusiakan kembali. Betapa baiknya pasangan suami istri itu pada kita. Semuanya
terdiam. Kamar sempit itu hening. Matahari baru saja menampakkan wajahnya,
waktu bagi mereka untuk melepas lelah. Karti berbaring, menumpukan kepala ke
atas bantal. Matanya nanar. Tiba-tiba ia menangis. Kamu kenapa, Karti? Santi
heran. Tidak apa-apa. Tapi entah kenapa, kalau ingat wajah Kyai Sadawi dan
istrinya, aku juga terkenang, Bapak-Ibuku.
Santi dan Parti menghela napas.
Panjang. Merekapun ikut merenung. Lama-kelamaan mata Parti dan Santipun ikut
basah. Semakin lama, makin banyak perempuan malam suka membicarakan Kyai
Sadawi. Ada yang simpati, ada pula yang menganggapnya biasa. Dia lagi loyo aja.
Kyai Sadawi menjadi buah bibir di kalangan perempuan malam.

Karti yang akhir-akhir ini mulai malas menerima tamu, mencetuskan ide,
bagaimana kalau kita silaturahmi ke rumah Kyai Sadawi lagi.
Entah, aku kok jadi kangen
sama, Nyai. Beberapa orang setuju. Tak disangka beberapa orang, dua puluhan
orang ingin juga mengunjungi Kyai Sadawi. Suatu siang, mereka beramai-ramai
pergi ke ruamh Kyai Sadawi. Nyai Sadawi yang baru saja menunaikan shalat dzuhur
terkejut. Mereka disuruh berkumpul di pondok kecil, samping rumah. Kyai Sadawi
datang. Mengucapkan salam. Wah, saya kedatangan tamu-tamu cantik lagi. Senyum
menghias wajah-wajah tanpa polesan meriah. Mereka senang mendengar pujian tulus
Kyai Sadawi. Mereka mengutarakan maksud kedatangan. Bahkan Karti mencurahkan isi
hatinya. Ia ingin berhenti melayani laki-laki. Tapi, bagaimana caranya. Kyai
Sadawi tersenyum, mengucap syukur, Pintu rumah ini tak pernah terkunci untuk
kalian. Dan pintu maaf Yang Kuasa juga selalu terbuka. Tinggal kalian saja,
kapan mau datang dengan wajah baru. Saya siap menampung kalian di pondok. Dan
kalau kalian tak keberatan Kyai Sadawi berbisik pada Nyai yang duduk di
sampingnya. Beberapa saat kemudian, Nyai kembali bersama puluhan pemuda
berwajah bersih. Mereka berdiri tak jauh dari pondok, mengenakan kain sarung
dan pakaian lengan panjang, berpeci putih. Kalau kalian tak keberatan, Kyai
Sadawi melajutkan, saya minta kalian menikah dengan santri- santri saya. Mereka
siap berjihad mendampingi kalian. Semua perempuan malam ternganga. Tak percaya.
Laki-laki berwajah bersih itu untuk mereka? Apakah ini mimpi.Karti menangis
haru. Diikuti dengan isakan Parti dan Santi. Angin bertiuip semilir. daun-daun
pohon melambai. Perempuan malam bertasbih. Semesta ikut bertasbih. Selalu ada
keajaiban untuk mereka yang benar-benar ingin kembali padaNya

 

Pagi Pak…

July 5th, 2007 by joeyjuve

Nit…nut…nit…nut… *alarm dah bunyi aja…
Hm ga sopannn !!!!*

*clingak clinguk liat jam…* waduh… kudu
bangun negh… ga lucu khan sholat ye niatnya sekalian dhuha… heeeee

*bbbrrrrr…dingin bow* …bis shalat… pelan2 merapat ke kasur… n… *lelap* mayan bisa tidur 1 setengah jam lage…

[7:12] mandi… mandiii… *ngeloyor keluar
kamar* yahhh kamar mandi penuh…

[7:32] nih orang ko ga keluar-keluar kamar
mandi yeee… buka lapotop bentar degh browsing…

[7:47] *denger pintu kamar mandi ke buka*

[7:49] *stand by laptop n ngambil handuk*

[7:50] *klack… suara pintu kamar mandi
tertutup* yaaaaaaaaaa !!!! ke selak lageee… hmmm… *mundur teratur balik ke
kamar*

[masih 7:50] *berbaring sebentar*
rrrrr…..zzzzzz…..rrrrrrrr…..zzzzzzz 

*tik tak tik tak* …. Stopppppp !!!!!

Gilee daghhh 8:22 cuyyy….. buru-buru lompat
ke kamar mandi n *jebar jebur*… 3 menit kemudian (gila cepet amat) !!!! *beberes…
gudubrag… rusuh*

*teng* 8.30… selesai bowww…. gile Rekor
!!!! hahahaha…

*manasin si besar* brem… breemmm… ngeeeengggg…
tet… tot… not… not… 

Sampe kantor…

*BUJUG dagh* masi sepi Bowww… *segelintir yang dah dateng itupun masih kucek2 mata* !!!! nyesel…
tau geto tidur lage…!!!!!

*masuk ruangan* *tengok kanan* … ehm… pagi Pak !!! waduh si bos dah dateng duluan… jadi ga enak… terbukti selanjutnya yang lain satu persatu personil yang baru datang setelah gw absen ama si Bos… hahahaha… telat kok kompak !!!! sydrom Jum’at negh*

Ambil HP mo telp… ehhh wait !!!! YM
*blinking* … eh Yayank menyapa pagi-pagi… uhhh senang nya… !!!!

Morning Hunny !!!! *love u*

Sepak Bola Tanah Air

July 3rd, 2007 by joeyjuve

Wajah olah raga Indonesia… mungkin terlalu luas
kalo gw coba tuk mengambil tema ini, karena emank sample yang gw pake baru
sebatas Sepak Bola… tapi menurut hemat gw sebagai penikmat olah raga, dengan
pertimbangan label “olah raga sejagad” untuk sepak bola dah cukup memberikan
kenyataan (yang menyedihkan) bagi pecinta olah raga di tanah air…

Ok mungkin coba fokus ke sepak
bola… hari minggu kemarin, sambil nongkrong di salah satu cafe di Mall yang
ada di Jakarta kota metropolitan… gw isenk membuka2 majalah yang disediakan
bagi para pengunjung… salah satunya gw baca majalah yang membahas sepak
bola… mulai lah satu persatu lembaran di buka, hingga akhirnya sampai kolom
yang membahas mengenai Sepak bola Nasional… u know what !!! i found… sebuah
judul yang miris banget buat di baca… “Sepak Bola Indonesia Menjemukan!!!”
what an ironic, bila kita perhatikan bahwa, olah raga ini memiliki rating
tertinggi di negara ini… banyak hal serupa dilontarkan oleh beragam analis
olahraga (maaf… banyak pihak yang hanya bisa berperan sebagai pengkritisi
murni)… kalo masalah komentar pedas… gw kasih jempol degh… tapi kalo
untuk solusi !!! Nol besar…!!! ini kalo kita bicara mengenai kadar
kualitas… nah blum selesai masalah ini… dah datang polemik baru tapi
klasik…

Pamor Indonesia sekali
lagi disorot oleh publik… wacana suap menyeruak… sedih bila mengatahui
oknum nya adalah para petinggi dua pengurus teras Sepak Bola Nasional. Yakni Togar Manahan
Nero (ketua komisi disiplin) dan Kaharuddin Syah (anggota executive
committee)… coba gimana gak Heboooh !!! secara… nama pertama bisa dibilang
galak banget kalo masalah pelanggaran… dari nama aja dah keliatan karakternya khan…
hehehehe…

Gw segh berharap ini semua hanya dugaan… atau bisa
di klaim sebagai gosip… nah masalah nyeeee… Hasil temuan TPF (tim
investigator bentukan PSSI… menegaskan bahwa skandal suap itu benar-benar
terjadi… *tertunduk lesu*

mungkin sebagai wacana bisa di baca artikel berikut:

*curhat mode off*



Quoted from : www.zonabola.com - Rabu, 4 Jul 2007, 05:27
Suap, Indonesia, dan Piala Asia

"…sepak bola Indonesia juga diguncang
skandal. Yakni praktik suap yang dilakukan oknum pengurus klub Divisi Satu
Penajam Medan Jaya kepada dua pentolan PSSI. Berawal dari SMS yang
"dipublikasikan" Syawal Rifai, sekretaris umum Medan Jaya, terkuaklah
skandal tersebut. Syawal mengaku telah menyetor Rp 100 juta kepada dua pengurus
teras PSSI.
Yakni Togar Manahan Nero (ketua
komisi disiplin) dan Kaharuddin Syah (anggota executive committee). Publik bola
tanah air gempar. Tekanan untuk mengusut tuntas skandal ini terus disuarakan. Berbeda
dengan Italia dan Jerman yang menggandeng polisi untuk menuntaskan skandal
sepak bola, PSSI memilih cara sendiri untuk menyelesaikan kasus suap itu. PSSI
membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang diberi masa tugas dua pekan. Hasil
temuan TPF menegaskan bahwa skandal suap itu benar-benar terjadi. Tak ada
ampun, yang salah harus mendapatkan sanksi. Setelah sempat bingung menentukan
bentuk hukuman, PSSI akhirnya memvonis empat pengurus Medan Jaya dengan sanksi
beragam. Sementara dua pengurus PSSI diberhentikan (padahal mereka telah lebih
dulu mengundurkan diri). Sejumlah kalangan menyebut sanksi itu kurang tegas.
Tapi, PSSI bergeming. Itulah sepak bola Indonesia! Seperti Italia dan Jerman,
sepak bola Indonesia diguncang skandal ketika bersiap menuju sebuah turnamen
besar. Tiga hari lagi, putaran final Piala Asia 2007 bakal digelar. Tidak hanya
menjadi salah satu kontestan, Indonesia juga satu dari empat tuan rumah
"Piala Dunianya Sepak Bola Asia" itu. Secara teknis, meski main di
kandang, Ponaryo Astaman dkk diprediksi sulit bersaing dengan tiga pesaingnya
di Grup D (Arab Saudi, Korea Selatan, dan Bahrain). Karena itu, dukungan
suporter merah putih diharapkan menjadi amunisi tambahan bagi Timnas Indonesia.
Di luar lapangan, semua persiapan telah dilakukan. Stadion Utama Gelora Bung
Karno diperelok dengan guyuran dana Rp 58 miliar. Di Palembang, Stadion Gelora
Sriwijaya pun disiapkan untuk menjadi salah satu tempat pertandingan. Sementara
di atas lapangan, para pemain timnas digenjot dengan serangkaian latihan dan
pertandingan uji coba. Sepak bola Indonesia benar-benar siap menyongsong Piala
Asia. Pertanyannya: akankah hasil yang dicapai Timnas Indonesia sebaik
persiapannya?…"